Menkes Singgung soal BPJS Harvey Moeis: Orang Sekaya Dia Kok Dibayarin - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Menkes Singgung soal BPJS Harvey Moeis: Orang Sekaya Dia Kok Dibayarin
Feb 11th 2025, 15:04, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2025). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2025). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyinggung soal kepesertaan BPJS Kesehatan Harvey Moeis.

Terdakwa kasus korupsi PT Timah itu kembali disorot lantaran diketahui ia bersama istri, Sandra Dewi, tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan khusus orang miskin. Dari data yang beredar tertulis PBI atau penerima bantuan iuran (APBD).

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Menkes Budi Gunadi menyinggung kasus ini saat menjelaskan masalah inflasi dalam belanja kesehatan.

Budi Gunadi meminta agar PBI disalurkan kepada penerima yang layak. Ia juga meminta pada Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) untuk memperbaiki data yang ada.

"Contoh Harvey Moeis itu jangan diulang lagi lah, orang sekaya dia kok dibayarin. Kan enggak cocok orang disubsidi oleh Pemda atau Pusat tapi punya kredit bank limitnya 50 juta itu kan enggak cocok, atau dia PBI-nya dibayarin tapi kwh listriknya 2.200," ujar Budi Gunadi dalam rapat, Selasa (11/2).

Terkait persoalan inflasi kesehatan ini, kata Budi Gunadi, mesti diantisipasi dengan adanya perubahan iuran.

"Lebih baik kita bilang secara jujur, dengan inflasi kesehatan 15 persen per tahun sedangkan tarif BPJS yang enggak naik 5 tahun, itu kan enggak mungkin, jadi harus naik," ujarnya.

Budi melihat iuran BPJS Kesehatan yang terakhir naik di tahun 2020 tidak bisa mengimbangi inflasi belanja kesehatan yang ada. Meski harus iuran BPJS Kesehatan dinaikkan, nantinya masyarakat miskin akan tetap menjadi peserta PBI.

"Nah kalau naik, kita mesti adil bagaimana caranya yang miskin jangan kena, itu sebabnya yang miskin tetap akan di-cover 100 persen oleh PBI. Yang naik tentu bebannya pemerintah dan pemerintah enggak papa karena kan tugasnya menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat," lanjutnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar