Dec 14th 2024, 14:04, by Darryl Ramadhan, kumparanNEWS
Pengunjuk rasa mengikuti aksi penggulingan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (14/12). Foto: Jung Yeon-je/AFPPada aksi tersebut mereka menyerukan penggulingan Presiden Korea Selatan menjelang pemungutan suara pemakzulan darurat militer kedua. Foto: Jung Yeon-je/AFPSebelumnya pada Sabtu (7/12) mosi pemakzulan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol, telah selesai. Hasilnya: Batal. Total 195 anggota DPR melakukan voting pemakzulan Presiden dibatalkan. Kurang dari 2/3 (200 kursi) yang dibutuhkan agar sidang ini selesai. Foto: Jung Yeon-je/AFPFoto: Jung Yeon-je/AFP
Pengunjuk rasa mengikuti aksi penggulingan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (14/12).
Pada aksi tersebut mereka menyerukan penggulingan Presiden Korea Selatan menjelang pemungutan suara pemakzulan darurat militer kedua.
Sebelumnya pada Sabtu (7/12) mosi pemakzulan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol, telah selesai. Hasilnya: Batal. Total 195 anggota DPR melakukan voting pemakzulan Presiden dibatalkan. Kurang dari 2/3 (200 kursi) yang dibutuhkan agar sidang ini selesai.
Sejumlah pengunjuk rasa membawa peti yang melambangkan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dalam aksi penggulingan Yoon di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (14/12/2024). Foto: Jung Yeon-je/AFP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar