Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/11) pukul 12.00 WIB masih melemah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini turun 25,50 poin atau 0,16 persen di Rp 15.778 per dolar AS.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pada perdagangan hari ini, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sisi eksternal dan internal. Dari sisi internal ada pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal III 2024 yang tumbuh 4,95 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan tumbuh 1,50 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq).
"Tunggu data rilis PDB Kuartal III 2024. Kalau PDB masih di atas 5 (persen), rupiah akan kembali menguat," kata Ibrahim kepada kumparan, Selasa (5/11).
Sementara untuk eksternal, Pilpres di AS berpengaruh besar terhadap pergerakan rupiah hari ini. Di Amerika, Donald Trump dan Kamala Harris, dalam jajak pendapat terbaru menunjukkan keduanya bersaing ketat dalam pemilihan mendatang, dengan pemungutan suara ditetapkan pada Selasa ini.
Menurut Ibrahim, jika Kamala Harris memenangkan Pilpres, kemungkinan besar konflik akan berlanjut di Timur Tengah.
"Kemungkinan sampai tahun 2025 itu masih akan terjadi. Nah ini yang membuat rupiah ini kembali lagi melemah walaupun berbatas, kita melihat bahwa sebelumnya Donald Trump menjadi presiden itu kan membuat dolar itu menguat tajam," ujarnya.
Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah fluktuatif, tetapi menguat di rentang Rp 15.690 sampai Rp 15.770 per dolar AS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar