Viral Tawuran di Medan Belawan Bikin Warga Nangis Histeris, Polisi Cek Lokasi - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Viral Tawuran di Medan Belawan Bikin Warga Nangis Histeris, Polisi Cek Lokasi
Oct 16th 2024, 11:00, by Tri Vosa Febiola Ginting, kumparanNEWS

Polisi mendatangi TKP keributan remaja di Belawan, Medan. Foto: Dok. Polres Medan
Polisi mendatangi TKP keributan remaja di Belawan, Medan. Foto: Dok. Polres Medan

Viral di media sosial menyebutkan adanya aksi tawuran antara dua kelompok di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumut.

Dalam video yang beredar, warga menangis histeris karena adanya aksi menyerang.

"Tolong, tolong," kata suara warga yang terekam di dalam video.

"Ini bukan perang lagi namanya pak. Sudah pembantaian rumah orang ini. Jangan kau bersihin ya biar saja ini jadi barang bukti," sambungnya sambil menunjukkan video rumah yang sudah berantakan.

Polisi mendatangi TKP keributan remaja di Belawan, Medan. Foto: Dok. Polres Medan
Polisi mendatangi TKP keributan remaja di Belawan, Medan. Foto: Dok. Polres Medan

Terkait hal ini, Kapolres Belawan AKBP Janton Silaban menyebut pihaknya sudah turun ke lokasi.

Namun, saat itu, para pelaku sudah bubar. Sementara, untuk penyelidikan mengetahui pelaku penyerangan, polisi membutuhkan keterangan warga.

Polisi Kesulitan Dapat Info dari Warga

Polisi mendatangi TKP keributan remaja di Belawan, Medan. Foto: Dok. Polres Medan
Polisi mendatangi TKP keributan remaja di Belawan, Medan. Foto: Dok. Polres Medan

Namun kata Janton, saat di lokasi tidak ada satu pun warga yang mau memberikan keterangan.

"Data kejadiannya tidak ada, hanya kepling (kepala lingkungan) melaporkan ada tawuran. Polisi datang, (mereka) bubar. Ditanya ke warga siapa pelakunya diam seribu bahasa," kata Janton saat dikonfirmasi pada Rabu (16/10).

Janton juga menyertakan video bukti bahwa tidak ada masyarakat yang mau memberikan keterangan terkait hal tersebut.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar