Oct 14th 2024, 14:51, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: curraheeshutter/Shutterstock
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka opsi agar sumur minyak yang idle atau nganggur di Indonesia agar diberikan ke swasta.
Selama ini PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN diprioritaskan untuk mengelola sumur-sumur tersebut. Tapi kalau produksinya tidak juga naik, lebih baik diserahkan ke swasta.
"Kita minta segera dikerjasamakan dengan pengusaha swasta. Baik dalam negeri maupun luar negeri. Bagi negara penting BUMN itu menjadi prioritas, tapi ketika kita menggantungkan harapan kepada BUMN dan lifting kita turun, itu kita tekor terus," katanya di Repnas National Conference di Jakarta, Senin (14/10).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, ada 44.900 sumur minyak di Indonesia. Tapi banyak 16.600 yang aktif. Kondisi ini membuat produksi minyak nasional terus turun.
Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan kegiatan eksplorasi harus semakin masif, khususnya di kawasan Indonesia timur. Kegiatan eksplorasi ini tentu saja memakan biaya yang cukup besar dan membutuhkan waktu yang cepat.
"Maka kita ke depan akan memangkas berbagai regulasi yang menghambat proses akselerasi daripada eksplorasi," kata dia.
Bahlil telah memangkas 140 perizinan dari 320 perizinan untuk mempercepat kegiatan eksplorasi. Pemangkasan regulasi ini salah satu tujuannya untuk merayu investor masuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar