Jun 8th 2024, 09:56, by Aditia Noviansyah, kumparanNEWS
Menjelang Hari Laut Sedunia (8 Juni), sebuah LSM di Kepulauan Canary Spanyol pada hari Jumat (7 Juni) bersiap untuk melepasliarkan dua penyu tempayan yang telah pulih setelah siripnya diamputasi. Foto: Reuters/Borja SuarezGran Canaria memasang perangkat GPS di cangkangnya sehingga para peneliti dapat melacak perilaku mereka begitu mereka kembali ke laut. Foto: Reuters/Borja SuarezDengan perangkat GPS dan sekelompok ahli kelautan yang melacak arus secara real time, para peneliti akan dapat menentukan apakah sirip yang hilang mempengaruhi perilaku penyu yang siripnya hilang. Foto: Reuters/Borja SuarezKedua penyu tempayan tersebut akan dilepasliarkan pada hari Sabtu untuk memperingati Hari Laut Sedunia yang diadakan setiap tahun pada tanggal 8 Juni. Foto: Reuters/Borja Suarez
Dalam memperingati Hari Laut Sedunia pada 8 Juni, sebuah LSM di Kepulauan Canary Spanyol bersiap untuk melepasliarkan dua penyu tempayan yang telah pulih setelah siripnya diamputasi.
Gran Canaria memasang perangkat GPS di cangkangnya sehingga para peneliti dapat melacak perilaku mereka begitu mereka kembali ke laut.
Dengan perangkat GPS dan sekelompok ahli kelautan yang melacak arus secara real time, para peneliti akan dapat menentukan apakah sirip yang hilang mempengaruhi perilaku penyu yang siripnya hilang.
Kedua penyu tempayan tersebut akan dilepasliarkan pada hari Sabtu untuk memperingati Hari Laut Sedunia yang diadakan setiap tahun pada tanggal 8 Juni.
Petugas LSM ADS Biodiversity menempatkan perangkat GPS pada penyu Boba (Caretta Caretta) dengan sirip yang diamputasi, di Taliarte Wildlife Recovery Center, di pulau Gran Canaria, Spanyol 7 Juni 2024. Foto: Reuters/Borja Suarez
Tidak ada komentar:
Posting Komentar