Ogah Bayar Setelah Makan, Preman di Jaktim Ngamuk Rusak Gerobak Bubur - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ogah Bayar Setelah Makan, Preman di Jaktim Ngamuk Rusak Gerobak Bubur
Apr 26th 2024, 21:01, by Raga Imam, kumparanNEWS

Ilustrasi preman.   Foto: Sjstudio6/shutterstock
Ilustrasi preman. Foto: Sjstudio6/shutterstock

Sebuah video viral di media sosial memuat aksi seorang pria yang dinarasikan sebagai preman mengamuk usai menyantap bubur di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu (24/4).

Dalam video yang beredar, terlihat pelaku menenteng dua celurit besar berjalan dengan santai di tengah gang. Pada potongan video berikutnya, terlihat sebuah gerobak bubur yang disebut dirusak oleh pelaku.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, membenarkan kejadian itu. Dia menjelaskan, kejadian bermula ketika pelaku datang dan memesan bubur yang dijual korban.

"Pelaku memesan bubur seharga Rp 5 ribu. Korban menyiapkan buburnya dan menyerahkan ke pelaku. Selanjutnya korban menagih uangnya tapi tidak ditanggapi oleh pelaku alias pelaku tidak mau bayar," kata Nicolas dalam keterangannya, Jumat (26/4).

Korban, lanjut dia, tak mau ambil pusing dengan kelakuan pelaku. Korban akhirnya menyampaikan ke pelaku agar tak perlu membayar bubur tersebut. Namun, hal ini malah membuat pelaku tersinggung.

"Di situlah pelaku tersinggung kemudian pulang mengambil celurit, pelaku datang sendirian menghampiri gerobak korban dan langsung mengebas celurit ke gerobak korban sebanyak 5 kali sehingga gerobak korban mengalami kerusakan. Selain itu, pelaku juga menendang gerobak korban sehingga gerobak korban terbalik," beber Nicolas.

Nicolas menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.

"Sampai saat ini belum ditemukan keberadaan pelaku. Pihak Polres Metro Jaktim akan berusaha terus untuk mengungkap keberadaan pelaku dan melakukan penangkapan terhadap pelaku," pungkasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar